Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers

Rabu, 31 Oktober 2012

1 HARI 1 AYAT - SEDEKAH MEMADAMKAN KEMURKAAN ALLAH

SEDEKAH MEMADAMKAN  KEMURKAAN ALLAH ...........

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim

Seorang pemuda mendengar hadits-hadits dan ayat tentang mulianya bersedekah di jalan Allah betapa mulianya berinfaq dengan shadaqatussir (sedekah secara sembunyi-sembunyi) sebagaimana hadits Rasul saw : "Sedekah dengan sembunyi sembunyi memadamkan kemurkaan Allah" (HR Thabrani dg sanad Hasan).

Maka terdetiklah di hati pemuda niat luhur untuk melakukannya dia merasa telah banyak bermaksiat dan dia merasa ibadah-ibadahnya tak cukup untuk memadamkan kemurkaan Allah swt dan dia pun mula mengumpulkan hartanya, setiap kali dia mendapat untung dari pekerjaannya selalulah dia asingkan untuk bersedekah secara sembunyi-sembunyi, siang malam dia terus berusaha dengan gigih mengumpulkan wang hingga setahun lamanya, terkumpullah sejumlah wang dinar emas yang cukup banyak jumlahnya.

Malam itu pemuda menaruh seluruh wangnya itu dalam uncang besar lalu dia berpakaian gelap dan penutup wajah hingga tak seorangpun mengenalinya dia berjalan di tengah malam yang sunyi.

Tiba-tiba dia melihat seorang wanita yang tertidur di tepi jalan maka dia melemparkan uncang wangnya pada tubuh si wanita tersebut. Si wanita itu pun terkejut lalu bangun dan hanya menyaksikan pemuda bercadar itu lari tergesa-gesa.

Pemuda itu membisikkan dalam hatinya : "ah? wanita itu pasti berharap isi uncang itu adalah makanan, namun MASYA ALLAH' SEKELOMPOK WANG DINAR"!!..wah.. dia pasti gembira dan mendoakanku. Puji syukur atas Mu Rabbi, aku berusaha setahun mengumpulkan wang untuk hal ini semoga Engkau menjadikannya sedekah rahsia yang Kau terima.

Keesokan harinya hebohlah kampung itu dengan khabar bahawa seorang wanita pelacur mendapat uncang wang dinar emas ketika sedang menunggu pelanggannya!, mendengar berita itu maka Amir tersentak, ia mengucap, " Subhanallah, pelacur......sedekahku yang kukumpulkan setahun ternyata ditelan pelacur!, ah.. sedekahku tak diterima oleh Allah hanya menjadi santapan wanita pezina dan penyebab orang berzina, naudzubillah!"

Pemuda itu muram dan sedih namun ia tetap bersabar dan dia ingin agar sedekahnya diterima oleh Allah dan tak salah penerima maka dia mengumpulkan lagi harta dengan lebih gigih lagi hingga setahun lamanya setelah harta terkumpul dia membeli sebanyak-banyaknya perhiasan emas dan berlian terkumpullah sekarung perhiasan beragam corak dan jenis. Dia merasa puas memandang jerih payahnya.

Dia pun mengulangi perbuatannya, menggunakan penutup wajah dan membawa uncang perhiasan itu di tengah-tengah malam tiba-tiba dia melihat seorang lelaki setengah baya yang sedang berjalan di tengah malam, wajahnya tampak kusut dan penuh kegundahan maka si pemuda itu pun melemparkan uncang itu pada si lelaki tersebut dan berkata : "terimalah sedekahku..!", lalu dia pun lari tergesa-gesa agar si lelaki itu tidak mengenalinya.

Keesokan harinya kampung itu gempar, semalam ada seorang perompak yang mendapat rezeki uncang perhiasan dari lelaki yang tak dikenali?, Pemuda itu sangat sedih.. dua tahun sudah dia mengumpulkan wang dengan susah payah tapi selalu sahaja  salah penerimanya.

Namun pemuda itu masih juga bersabar dan dia kembali mengumpulkan wang berlanjutan hingga setahun maka dia melakukan seperti tahun yang lalu, menaruh wang dinar emasnya di uncang kulit lalu berjalan di tengah malam dia melihat seorang lelaki yang berjalan tertatih tatih sendirian. Jadi ini pastilah tak salah penerimanya bisik pemuda itu. Dia pun memberikan uncang Dinar Emasnya pada lelaki itu dan lari.

Keesokan harinya kampung itu gempar lagi seorang lelaki yang menjadi orang terkaya di kampung itu mendapat sedekah seuncang emas dinar maka pemuda itu pun jatuh terjelopok bererti memang dia adalah pemuda busuk yang sedekahnya tak akan diterima oleh Allah, 3 tahun ia berjuang namun Allah menghendaki lain.  Pemuda itu pun berdoa: "Rabb......kalau kau menerima sedekahku itu maka tunjukkanlah".

Zaman terus berlalu tanpa terasa puluhan tahun kemudian pemuda itu sudah tua di usia senjanya ia mendengar ada dua orang ulama adik kakak, keduanya menjadi ulama besar dan mempunyai ribuan murid.

Kedua Ulama itu anak yatim, ayah mereka wafat saat mereka masih kecil, lalu kerana jatuh miskin maka ibunya akhirnya melacur untuk menyara anaknya dalam suatu malam ibunya bermunajat pada Allah: "Ya Allah ya Rabbi, kuharamkan rezeki yang haram untuk anak-anakku, malam ini berilah aku rezeki Mu yang halal,"

lalu Ibu itu tertidur di tepi jalan, lalu ada seorang yang tidak dikenali yang melemparkan seuncang wang dinar emas padanya, lelaki itu menutup wajahnya dengan cadar maka sang Ibu gembira, bertaubat dan menyekolahkan anaknya dengan wang itu dan hingga kedua anaknya menjadi Ulama dan mempunyai murid ribuan banyaknya…

Airmata menitis membasahi kedua belah pipi pemuda yang sudah tua itu oh.. sedekahku itu ternyata diterima Allah dan pahalanya dijaga Allah hingga berkesinambungan dengan anak-anak sipelacur yang menjadi ulama dengan wang sedekahnya dan memiliki ribuan murid pula Maha Suci Allah Dia tidak mensia-siakan susah payahku namun apa nasibnya dengan sedekahku yang tahun kedua?

Tidak berapa lama kemudian  pemuda yang sudah tua itu mendengar khabar bahawa seorang Wali Allah baru saja wafat dia dulunya adalah seorang perompak suatu malam ia dilempari seuncang perhiasan oleh lelaki yang tidak dikenali lalu ia bersyukur kepada Allah, beribadah dan beribadah, meninggalkan kehidupan duniawi, berpuasa dan bertahajjud, hingga menjadi orang yang Soleh dan Mulia, dan wafat sebagai dengan mencapai darjat Waliyullah (kekasih Allah) dan banyak pula orang yang bertaubat ditangannya.

Pemuda yang sudah tua itu  semakin cerah wajahnya dan semakin malu kepada Allah, tak lama kemudian sampai pula khabar padanya bahawa telah dibangunkan sebuah rumah amal, yang selalu tak pernah sepi dikunjungi para pengemis, rumah amal itu selalu membahagi-bahagikan hartanya pada para Fuqara, rumah amal itu didirikan oleh seorang tua yang kaya raya di kampung itu dia awalnya sangat kedekut namun suatu malam dia dihadiahi seuncang wang dinar emas oleh lelaki yang tidak dikenali dia pun malu dan bertaubat, lalu menginfakkan seluruh hartanya untuk rumah amal.

Pemuda yang sudah tua itu pun lalu menyungkur sujud kehadirat Allah swt betapa luhurnya Dia Yang Maha Menjaga Amalnya yang tak berhenti hingga berlipat-lipat dan berkesinambungan. Pemuda yang sudah tua itu benar-benar telah mencapai cita-citanya.
Sabda Rasul saw:"Sedekah secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemurkaan Allah."
dan dia mendapatkan pahala yang terus mengalir tanpa henti bagai membeli saham dengan keuntungan berjuta kali lipat gandanya, betapa tidaknya?, Apalah ertinya seuncang wang dinar emas dibandingkan pahala sujud orang yang bertaubat?, sedangkan kita mendengar hadits Rasul saw : "Dua raka'at Qabliyah Subuh lebih mulia dari dunia dan segala isinya"

Lalu bagaimana dengan pahala yang berkumpul dari sebab amal sedekahnya yang tak bererti itu?, betapa beruntungnya si pemuda yang sudah tua ini dan betapa mulia darjatnya dan rugilah mereka yang kedekut dengan hartanya, yang merasa bahawa makan dan minumnya lebih berhak didahulukan daripada menjadikannya perantara yang mendekatkannya pada Keluhuran yang Abadi.
Semoga kita semua dikelompokkan sebagai penanam saham untuk meneruskan tegaknya Dakwah Nabi Muhammad saw, amiin.....

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan menambahkan ibadah 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...