Daisypath Happy Birthday tickers

Daisypath - Personal pictureDaisypath Happy Birthday tickers
Daisypath - Personal pictureDaisypath Friendship tickers

Selasa, 30 Oktober 2012

1 HARI 1 AYAT - MENDIDIK ANAK DENGAN KELEMBUTAN

--- Mendidik dengan Kelembutan ---

Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi seorang perempuan yang bernama Sa’idah binti Jazi. Ia membawa anaknya yang baru berumur satu setengah tahun.

Rasul kemudian memangku anak tersebut. Tiba-tiba, si anak kencing (mengompol) di pangkuan Rasulullah SAW. Spontan ibu menarik anaknya dengan kasar.

Seketika itu juga, Rasulullah SAW menasihatinya. “Dengan satu gayung air, bajuku yang terkena najis kerana kencing anakmu boleh dibersihkan. Akan tetapi, luka hati anakmu karena renggutanmu dari pangkuanku tidak mampu diubati dengan bergayung-gayung air,” ujar Rasul.

Kisah tersebut memberikan pelajaran (ibrah) berharga kepada kita, para ibubapa dan pendidik bahawa Rasulullah SAW secara tegas melarang melakukan pendekatan dengan kekerasan dalam mendidik anak.


Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaknya kamu bersikap lemah lembut, kasih sayang dan hindarilah sikap keras dan keji.” (HR Bukhari).

Rasulullah juga telah mencontohkan sikap lemah lembut dalam memperlakukan (mendidik) anak-anak. Sebab bagi seorang anak, kelembutan dan kasih sayang ibubapa dan guru merupakan sumber kekuatan yang boleh mengubah perasaannya. Kehangatan yang diberikan akan melahirkan ketenangan, kepercayaan, juga hubungan batin yang kuat antara seorang anak dan orang tuanya atau bahkan gurunya.

Dari As-Saib ibnu Zaid ketika dia masih anak-anak, ia menuturkan, “Aku melihat Rasulullah SAW, aku dan beberapa orang anak lainnya yang sebaya denganku masuk menemuinya. Ternyata kami jumpai beliau sedang makan buah kurma dari sebuah keranjang bersama dengan beberapa orang sahabatnya. Melihat kedatangan kami yang masih anak-anak, beliau bangkit, lalu memberikan kepada masing-masing dari kami segenggam kurma dari keranjang itu sambil mengusap kepala-kepala kami.” (HR Thabrani).


Yang pasti, Islam tidak mengajarkan pola pendidikan dengan cara kekerasan. Sebaliknya Islam  sangat menekankan pola pendidikan yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Bahkan dalam urusan dakwah pun setiap kita diperintahkan untuk menyeru umat manusia dengan cara yang lembut, bijaksana, dan memberikan nasihat yang baik. (QS an-Nahl [16]: 125).Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada- Nya.” (QS Ali Imran [3]: 159).

Melalui pendekatan lemah lembut ini, diharapkan dapat membentuk jiwa anak yang bersedia untuk menerima, memberi tindak balas dan melaksanakan setiap panggilan kebaikan dengan penuh kesabaran bukan keterpaksaan. Wallahu a’lam.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...